Model Baju Batik yang Bakal Tren Tahun 2018

Beberapa tahun terakhir banyak orang mulai melirik batik. Awalnya batik dianggap “kuno” dan sangat ketinggalan zaman. Banyak dari para generasi muda enggan memakai kain/pakaian warisan budaya Indonesia ini. Padahal peran mereka sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan penggunaan batik di Indonesia. Jika bukan dari kawula mudanya sendiri yang harusnya mempunyai kesadaran untuk memakai batik wujud pelesetarian budaya, mungkin batik sudah menghilang sekarang. Akan tetapi, banyak sekali orang-orang yang ingin melestarikan batik dengan berbagai cara. Antara lain dengan menciptakan berbagai model baju batik untuk bisa dipakai baik saat acara formal atau pun non formal. Berikut desain baju yang kalian semua bisa tiru!

Batik Atasan

Banyak dari orang-orang memakai batik hanya sebagai atasan saja. Ada banyak model baju batik yang tersedia, dari hanya seperti kemeja biasa sampai casual modern style sangat bisa digunakan. Style ini bisa digunakan untuk memaksimalkan penampilan bagi yang tidak mau tampil ribet tapi terlihat menarik perhatian. Bisa dipadu padankan dengan celana bahan atau bisa juga dengan rok. Pastikan bawahan yang dipakai berwarna polos agar tidak tubruk warna dengan batik yang motifnya sudah ramai.

Batik Kerja

Bagi beberapa perusahaan memang mewajibkan karyawannya untuk menggunakan batik untuk pakaian kerja. Model baju batik laki-laki biasanya hanya tersedia model kemeja dengan banyak jenis motif dan bahan yang bisa dicoba. Sedangkan untuk perempuan, banyak sekali model yang ditawarkan. Mulai dari hanya outer, kemeja, dalaman, dan dress. Outer-nya memiliki banyak jenis seperti blazer dan rompi. Tak harus melulu menggunakan batik tetapi batik dijadikan pusat utama dalam berpenampilan.

Batik Muslim

Sudah banyak designer yang melirik baju muslim dan mendesainnya menggunakan bahan batik sebagai bahan utama untuk model baju batik. Design bajunya memiliki potongan panjang sampai kebawah mata kaki. Namun, ada pula yang hanya sekedar atasan tetapi bawahannya full kain batik dan atasannya hanya kain polos dengan garis-garis batik di beberapa bagian seperti tangan atau area kancing.

Motif Batik Solo Populer Yang Mungkin Anda Suka

Batik, satu kata yang kerap terlintas dibenak orang banyak ketika mendengar kota Solo. Batik solo memang identik dan erat kaitannya dengan kota yang udah turun temurun menjadi penghasil batik tersebut. Seiring perkembangan teknologi, teknik pembuatan batik pun beragam, dari mulai batik tulis yang dilakukan secara manual, batik cap dengan alat cap khusus yang dibuat mengikuti motif, sampai dengan batik printing. Batik juga tidak pernah terlalu kuno untuk dikenakan. Hal itu terbukti dengan masih banyak fashion yang memadu padankan batik sebagai main item di berbagai kesempatan. Berikut rangkuman beberapa motif populer batik Solo untuk kamu suka untuk di mix n’ match sebagai outfit kamu. Check this out!

Motif Parang

Batik Parang merupakan salah satu corak batik tertua di Indonesia, sebagaimana dikutip dari wikipedia.org. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal yang menghasilkan susunan motif S salin menjalin tidak terputus yang melambangkan kesinambungan. Huruf S sendiri diambil dari ombak samudra yang melambangkan semangat yang tidak pernah padam. Batik solo sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo) memiliki motif dengan perpaduan antara warna putih dan cokelat tua serta sedikit warna hitam. Dengan warna yang natural, batik ini cocok untuk kamu yang tidak suka warna mencolok.

Motif Kawung

Motif batik solo satu ini cukup sederhana dengan pola bulatan mirip buah kawung, yaitu sejenis buah kelapa yang biasa disebut buah kolang-kaling. Motif ini terbentuk dari lingkaran yang disusun berjejer rapi secara simetris dan geometris. Motif kawung juga banyak dimaknai sebagai bunga teratai dengan empat lembar daun yang merekah karena bentuk motifnya yang demikian. Bunga teratai sendiri diartikan sebagai umur yang panjang dan juga kesucian bagi orang Jawa.   

Motif Truntum

Seperti corak batik kawung yang terbentuk dari pengulangan pola bentuk bunga, motif truntum ini pun memiliki kesamaan. Batik ini biasa dipakai oleh orang tua pengantin, seperti kata Truntum yang sering dimaknai sebagai penuntun. Motif batik solo diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) memiliki makna sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum).