3 Tips Memilih Busana Batik Untuk Anda

Banyak motif batik dengan desain yang berbeda-beda ditawarkan dipasarkan. Dari harganya yang murah sampai mahal dan bahan biasa sampai bagus. Batik merupakan warisan kebudayaan khas Indonesia memang harus dilestarikan.Sudah banyak  orang yang sadar akan hal ini. Maka itu, banyak penjual atau pengerajin batik  menjual berbagai macam batik. Mereka sengaja membuat design dan motif baru untuk baru karena pangsa pasarnya adalah anak-anak muda agar mau menggunakan busana batik kembali.Tak hanya pengerajin, designer terkenal juga ikut melestarikan batik. Info lebih lanjut, cek di sini! Ada beberapa tips yang bisa kamu coba jika ingin membeli batik. Cek di bawah yuk!

Motif Batik

Ada banyak sekali motif batik ditawarkan oleh pasaran. Dimulai dari motif tradisional hingga modern. Beruntungnya Indonesia diwarisi dengan kebudayaan yang beragam. Masing-masing wilayah memiliki macam motif yang berbeda dengan kekhasan masing-masing. Anda bisa dengan bebas memilih motif apa yang ingin Anda gunakan sebagai busana batik. Selain itu, motif yang dipilih juga harus sesuai dengan bentuk tubuh. Jika Anda memiliki tubuh yang berisi, pilihlah motif geometris atau jika memiliki tubuh kurus dan tinggi jangan ragu gunakan motif horizontal.

Warna Batik

Pada umumnya warna yang ada batik rata-rata adalah cokelat tanah tapi banyak sekarang batik yang mempunyai warna yang beragam. Seperti warna hijau atau ungu. Tetapi untuk tetapi menampilkan keaslian batik sebaiknnya pilihlah batik yang warna background atau warna dasarnya adalah cokelat. Warna pada busana batik sesungguhnya tergantung pada acara apa yang akan Anda kunjungi. Jika hanya sekedar ke kantor bisa gunakan warna-warna terang akan tetapi jika pergi ke acara yang formal lebih baik gunakan warna-warna gelap seperti warna hitam, cokelat, dan merah tua agar terkesan lebih elegan.

Bahan Batik

Bahan menjadi hal yang harus diperhatikan ketika memilih busana batik. Ada banyak bahan yang ditawarkan. Jika Anda membeli dengan harga yang mahal berarti Anda memilih bahan yang bagus. Banyak bahan-bahan yang digunakan untuk membuat batik. Ada bahan yang terbuat dari kain mori sebagai bahan paling umum untuk mencetak batik dan ada bahan sperti kain sutera, velvet dan kain plain yang lebih modern digunakan untuk mencetak sebuah batik.

Yuk, Kenali Batik Modern yang Gaul Zaman Ini

Berbicara tentang batik, semua orang tentunya tahu apa itu batik. Batik sebagai warisan budaya Indonesia yang harus tetap dijaga agar tidak hilang. Batik sudah menjadi kebanggan bagi Indonesia, batik adalah hal yang sudah seharusnya dilestarikan. Jika menilik ke beberapa tahun belakang, banyak orang yang agak ogah menggunakan batik. Dengan berbagai macam alasan seperti “batik terlalu formal”, “terlihat seperti orang tua”, “sudah kuno”, atau “hanya pantas untuk acara seperti kondangan atau pesta. Padahal jika tahu bagaimana memadu madankan batik bisa saja dipakai kapan saja.

Seiring dengan perkembangan zaman, Batik kembali dilirik. Bukan hanya soal dipakai untuk ke kantor, atau acara-acara resmi. Sejak tahun 2009 batik modern memikat banyak orang untuk menggunakanya. Dengan menggunakan motif dan deisgn baju yang kekinian, batik modern berhasil mencuri perhatian. Inilah beberapa hal tentang batik modern yang harus kamu ketahui.

 

Teknik Pembuatan Batik

Pembuatan batik modern sedikit berbeda dengan batik tradisional. Jika biasannya menggunakan canting, gawangan, panci, kompor, dan lilin untuk menggambar pola motif yang ada pada batik. Berbeda dengan batik yang sudah modern. Pembuatan batiknya menggunakan teknik printing dengan mesin yang siap untuk dicetak. Bahan kain yang digunakan untuk mencetak batiknya juga sudah jauh lebih luas. Dulu batik hanya dicetak dengan kain mori tetapi sekarang bahan kainnya semakin beragam. Antara lain bahan sutera, velvet, dan katun plain.

Jenis Motif Batik Modern

Dulu, motif yang ada pada batik begitu terbatas. Namun, karena permintaan yang besar. Sekarang banyak sekali motif-motif batik. Ada banyak pengerajin batik yang sengaja membuat motif-motif batik baru agar para pelanggan tidak bosan dan agar memenuhi permintaan pasar juga. Karena desain batik saat ini didorong oleh kuatnya oleh terobosan untuk baju kalangan muda. Motif pun disesuaikan dengan yang pasar inginkan. Ada beberapa motif baru yang dibuat, diantaranya ada motif non geometris yang bentuknya tidak geometris. Disusun dari ornamen seperti tumbuhan, hewan, gunung, dan candi sebagai pengisi bidang.

Batik Modern vs Batik Tradisional

Jika ditilik kembali, tak ada yang terlalu berbeda diantara keduanya. Hanya saja batik modern lebih luas dari segi motif dan segi pencetakan yang lebih modern. Penggunaan teknik printing sendiri sengaja digunakan untuk menekan biaya pembuatan agar tak terlalu mahal jika dibandingkan pembuatan batik tradisional yang harus dibuat secara manual. Walau pembuatan motinya sendiri jauh lebih lama, yaitu sekitar 6-7 bulan untuk menemukan motif baru.