Motif Batik Solo Populer Yang Mungkin Anda Suka

Batik, satu kata yang kerap terlintas dibenak orang banyak ketika mendengar kota Solo. Batik solo memang identik dan erat kaitannya dengan kota yang udah turun temurun menjadi penghasil batik tersebut. Seiring perkembangan teknologi, teknik pembuatan batik pun beragam, dari mulai batik tulis yang dilakukan secara manual, batik cap dengan alat cap khusus yang dibuat mengikuti motif, sampai dengan batik printing. Batik juga tidak pernah terlalu kuno untuk dikenakan. Hal itu terbukti dengan masih banyak fashion yang memadu padankan batik sebagai main item di berbagai kesempatan. Berikut rangkuman beberapa motif populer batik Solo untuk kamu suka untuk di mix n’ match sebagai outfit kamu. Check this out!

Motif Parang

Batik Parang merupakan salah satu corak batik tertua di Indonesia, sebagaimana dikutip dari wikipedia.org. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal yang menghasilkan susunan motif S salin menjalin tidak terputus yang melambangkan kesinambungan. Huruf S sendiri diambil dari ombak samudra yang melambangkan semangat yang tidak pernah padam. Batik solo sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo) memiliki motif dengan perpaduan antara warna putih dan cokelat tua serta sedikit warna hitam. Dengan warna yang natural, batik ini cocok untuk kamu yang tidak suka warna mencolok.

Motif Kawung

Motif batik solo satu ini cukup sederhana dengan pola bulatan mirip buah kawung, yaitu sejenis buah kelapa yang biasa disebut buah kolang-kaling. Motif ini terbentuk dari lingkaran yang disusun berjejer rapi secara simetris dan geometris. Motif kawung juga banyak dimaknai sebagai bunga teratai dengan empat lembar daun yang merekah karena bentuk motifnya yang demikian. Bunga teratai sendiri diartikan sebagai umur yang panjang dan juga kesucian bagi orang Jawa.   

Motif Truntum

Seperti corak batik kawung yang terbentuk dari pengulangan pola bentuk bunga, motif truntum ini pun memiliki kesamaan. Batik ini biasa dipakai oleh orang tua pengantin, seperti kata Truntum yang sering dimaknai sebagai penuntun. Motif batik solo diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) memiliki makna sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *