Model Baju Batik yang Bakal Tren Tahun 2018

Beberapa tahun terakhir banyak orang mulai melirik batik. Awalnya batik dianggap “kuno” dan sangat ketinggalan zaman. Banyak dari para generasi muda enggan memakai kain/pakaian warisan budaya Indonesia ini. Padahal peran mereka sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan penggunaan batik di Indonesia. Jika bukan dari kawula mudanya sendiri yang harusnya mempunyai kesadaran untuk memakai batik wujud pelesetarian budaya, mungkin batik sudah menghilang sekarang. Akan tetapi, banyak sekali orang-orang yang ingin melestarikan batik dengan berbagai cara. Antara lain dengan menciptakan berbagai model baju batik untuk bisa dipakai baik saat acara formal atau pun non formal. Berikut desain baju yang kalian semua bisa tiru!

Batik Atasan

Banyak dari orang-orang memakai batik hanya sebagai atasan saja. Ada banyak model baju batik yang tersedia, dari hanya seperti kemeja biasa sampai casual modern style sangat bisa digunakan. Style ini bisa digunakan untuk memaksimalkan penampilan bagi yang tidak mau tampil ribet tapi terlihat menarik perhatian. Bisa dipadu padankan dengan celana bahan atau bisa juga dengan rok. Pastikan bawahan yang dipakai berwarna polos agar tidak tubruk warna dengan batik yang motifnya sudah ramai.

Batik Kerja

Bagi beberapa perusahaan memang mewajibkan karyawannya untuk menggunakan batik untuk pakaian kerja. Model baju batik laki-laki biasanya hanya tersedia model kemeja dengan banyak jenis motif dan bahan yang bisa dicoba. Sedangkan untuk perempuan, banyak sekali model yang ditawarkan. Mulai dari hanya outer, kemeja, dalaman, dan dress. Outer-nya memiliki banyak jenis seperti blazer dan rompi. Tak harus melulu menggunakan batik tetapi batik dijadikan pusat utama dalam berpenampilan.

Batik Muslim

Sudah banyak designer yang melirik baju muslim dan mendesainnya menggunakan bahan batik sebagai bahan utama untuk model baju batik. Design bajunya memiliki potongan panjang sampai kebawah mata kaki. Namun, ada pula yang hanya sekedar atasan tetapi bawahannya full kain batik dan atasannya hanya kain polos dengan garis-garis batik di beberapa bagian seperti tangan atau area kancing.

Motif Batik Solo Populer Yang Mungkin Anda Suka

Batik, satu kata yang kerap terlintas dibenak orang banyak ketika mendengar kota Solo. Batik solo memang identik dan erat kaitannya dengan kota yang udah turun temurun menjadi penghasil batik tersebut. Seiring perkembangan teknologi, teknik pembuatan batik pun beragam, dari mulai batik tulis yang dilakukan secara manual, batik cap dengan alat cap khusus yang dibuat mengikuti motif, sampai dengan batik printing. Batik juga tidak pernah terlalu kuno untuk dikenakan. Hal itu terbukti dengan masih banyak fashion yang memadu padankan batik sebagai main item di berbagai kesempatan. Berikut rangkuman beberapa motif populer batik Solo untuk kamu suka untuk di mix n’ match sebagai outfit kamu. Check this out!

Motif Parang

Batik Parang merupakan salah satu corak batik tertua di Indonesia, sebagaimana dikutip dari wikipedia.org. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal yang menghasilkan susunan motif S salin menjalin tidak terputus yang melambangkan kesinambungan. Huruf S sendiri diambil dari ombak samudra yang melambangkan semangat yang tidak pernah padam. Batik solo sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo) memiliki motif dengan perpaduan antara warna putih dan cokelat tua serta sedikit warna hitam. Dengan warna yang natural, batik ini cocok untuk kamu yang tidak suka warna mencolok.

Motif Kawung

Motif batik solo satu ini cukup sederhana dengan pola bulatan mirip buah kawung, yaitu sejenis buah kelapa yang biasa disebut buah kolang-kaling. Motif ini terbentuk dari lingkaran yang disusun berjejer rapi secara simetris dan geometris. Motif kawung juga banyak dimaknai sebagai bunga teratai dengan empat lembar daun yang merekah karena bentuk motifnya yang demikian. Bunga teratai sendiri diartikan sebagai umur yang panjang dan juga kesucian bagi orang Jawa.   

Motif Truntum

Seperti corak batik kawung yang terbentuk dari pengulangan pola bentuk bunga, motif truntum ini pun memiliki kesamaan. Batik ini biasa dipakai oleh orang tua pengantin, seperti kata Truntum yang sering dimaknai sebagai penuntun. Motif batik solo diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) memiliki makna sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum).

Fakta Kain Batik yang Wajib Diketahui

Sebagai warisan budaya leluhur, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaganya. Batik adalah warisan yang harus dijaga dan tetap dipertahankan keberadaannya. Ada banyak cara untuk tetap bisa melestarikan kain batik. Diantaranya dengan memakai batik untuk acara-acara kasual ataupun formal. Dengan berbagai macam motif dan corak batik yang ditawarkan saat ini, batik semakin meningkat keberadaannya. Terutama batik modern yang sedang marak walau tak menyudutkan batik tradisional yang dianggap sebagai seni kerajinan tangan yang bernilai tinggi. Ada beberapa fakta batik yang wajib diketahui. Yuk, cek di bawah berikut!

Asal Muasal Kata Batik

Berasal dari kata “amba” dan “tititk”, batik merupakan gabungan dari kedua kata tersebut. “amba” berati menulis dan “titik” berarti titik. Jadi, kalau kedua kata tersebut digabungkan akan bermakna menulis titik-titik dengan cantik diatas sebuah kain. Jadilah kata itu berasal. karena asal kata itu pula motif kain batik sangat beragam dan sangat cantik coraknya.

Cara Pembuatan Batik

Dahulu batik dibuat dengan poses yang cukup rumit.Yaitu dengan melukis/menggambar motifnya secara manual di atas kain mori. Kain batik zaman dahulu kebanyakan dibuat oleh para wanita dan membuat batik adalah pekerjaan yang eksklusif bagi wanita zaman itu. Dengan menggunakan canting, lilin, dan kompor sebagai pemanas lili, para wanita zaman itu sangat telaten dalam membuat batik dengan motif dan corak yang indah. Namun, seiring dengan perkembangan zaman. Proses pembuatan batik menjadi lebih mudah dengan mengunakan teknik printing yang lebih cepat. Banyak dari produsen batik yang menggununakan teknik ini untuk menahan modal yang besar.

Menjadi Penyumbang Devisa Dengan Jumlah Besar

Ketenaran kain batik memang sudah mendunia. Dari mulai Nelson Mandela, Kate Middleton, dan para selebritis Hollywood banyak sekali yang memakainya. Ada banyak designer terkenal yang memakai kain batik sebagai bahan rancangannya. Karena ketenaran batik, batik banyak diekspor ke luar negeri. Amerika menjadi negara dengan pengimpor batik dari Indonesia. Disusul Jerman, Jepang, dan Korea Selatan. Pada tahun 2015 lalu batik menghasilkan sekitar Rp 2,1 triliun untuk negara.

Inilah Macam Motif Batik Nusantara

Indonesia dianugerahi oleh Tuhan berbagai macam budaya. Termasuk salah satunya adalah batik. Batik merupakan kain khas dari Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO. Itu artinya tak ada negara yang mampu mengklaim bahwa batik adalah milik negara tersebut. Ada begitu banyak motif yang Indonesia punya. Tergantung dari asal daerah mana batik tersebut berasal. Tak heran jenis batik sangat banyak di Indonesia. Batik sendiri memiliki banyak peminat. Mulai dari orang Indonesia sendiri hingga orang luar banyak yang menyukai dan mengkoleksi batik.Maka dari itu, banyak designer yang merancang baju menggunakan batik. Selanjutnya baca di sini. Kita harus bangga akan hal itu. Berikut beberapa motif batik tersebut!

Motif Batik Aceh

Motif dari Aceh terkenal dengan warnanya yang berani. Biasanya menggunakan warna hijau, biru, kuning, dan merah. Perbedaan motif ini dengan yang lainnya adalah menggunakan unsur alam dan budaya Aceh sendiri. Motif yang satu ini tidak menggunakan hewan sebagai ornamennya karena dilarang dalam hukum Islam. Kebanyakan motifnya menceritakan tentang masyarakat Aceh sendiri seperti nilai-nilai budaya dan leluruhnya. Ada beberapa jenis motifnya, antara lain ada motif pintu aceh, tolak angin, bungong jeumpa, dan rencong.

Motif Batik Cirebon

Mendengar kata batik Cirebon mungkin sudah tak asing lagi bagi hampir semua orang. Batik asal Cirebon ini memang sudah sangat terkenal dari dulu sekali. Ada banyak motif dari batik ini. Salah satunya adalah motif batik trusmi. Batik asal Cirebon sendiri mempunyai makan percampuran antara kebudayaan masyarakat Cirebon dan dengan hal-hal tentang keagamaan. Lebih tepatnya dimulai saat zaman Sunan Kalijaga, yaitu pada abad ke-16. Motif ini diciptakan oleh Ki Buyut Trusmi. Beliau adalah orang yang menyebarkan Islam di Cirebon tetapi selain menyebarkan agama, beliau juga mengajarkan caranya membatik kepada penduduk setempat.

Motif Batik Solo

Batik Solo sepertinya sudah sangat terkenal. Kota Solo dianggap sebagai ikon batik. Corak batik Solo mempunyai keunikannya sendiri. Lain motif maka lain arti juga. Motifnya sengaja dibuat berbeda-beda. Ada bebera motif, yaitu slobog, sidomukti, semen rante, truntun, parang kusumo, pamiluto, dan satrio manah. Motif parang kusumo sepertinya paling terkenal diantara yang lain. Biasanya digunakan oleh pengantin wanita saat acara tukar cincin. Memiliki arti bahwa wanita sudah siap menikah lahir dan batin.

Batik Tulis Sebagai Warisan Budaya

Batik merupakan warisan budaya nusantara yang harus dijaga keberadaannya. Batik sendiri sudah diakui miliki Indonesia oleh Unsco sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Batik tulis merupakan seni asli bangsa Indonesia yang mempunyai nilai seni tinggi. Zaman dahulu membuat batik adalah pekerjaan yang penting bagi kaum wanita. Kenapa wanita? karena wanita lebih teliti dan lihai dalam hal hal kecil. Wanita zaman dulu juga sering menggunakan kain batik untuk dijadikan pakaian. Walau pun sudah ada batik modern yang menggunakan teknik pencetakan modern akan tetapi batik tulis dinilai lebih mahal dan bernilai. Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang batik. Cek di bawah ini!

Bagian Dari Budaya Indonesia

Kata batik asalnya dari kata “amba” dan “titik” yang kemudian berkembang menjad “batik”. Batik yaitu seni pewarnaan kain dengan pewarnaan menggunakan malam (lilin) merupakan sebuah seni kuno. Tradisi batik adalah tradisi yang turun temurun, sehingga biasanya corak batik tertentu bisa dikenali berasal dari keluarga mana. Ada beberapa motif batik khusus yang menunjukan status seseorang seperti yang digunakan oleh keluarga keraton Yogyakarta. Pertama kali batik mendunia diperkenalkan oleh Presiden Soeharto yang menggunakan batik dalam konferensi PBB.

Corak Batik Tulis

Sebagai warisan, batik tulis mempunyai banyak corak dari berbagai daerah di Nusantara. Masing-masing batik memilik corak kekhasan masing-masing yang membuatnya unik. Seperti motif Jagad yang berasal dari Yogyakarta. Motif ini memiliki arti sekar jagad yang berarti keindahan atau kecantikan yang membuat orang-orang menjadi terpesona. Ada juga motif batik keraton, dulu motif yang satu ini bisa dibilang sangat ekslusif. Hanya keluaraga keraton saja yang boleh memakai corak batik tetapi beberapa waktu lalu peraturan itu  Sehingga banyak kalangan umum yang bisa menggunakannya.

Keunikan Batik Tulis

Untuk membuat sebuah batik dibutuhkan kesabaran yang tinggi. Berbeda dengan batik modern yang tinggal siap printing, batik tulis dibuat secara manual. Butuh ketelitian dan jiwa seni tinggi untuk melukis sebuah batik. Tidak hanya soal itu, ketika membuat motif sebuah batik harus diperhatikan soal tata letaknya. Jika di cap atau printing bisa dengan mudah menentukan posisi agar rapi tetapi berbeda dengan pembuatan batik manual yang harus memperhatikan berbagai komponen yang ada pada kain agar letaknya rapih sesuai yang diharapkan.

3 Tips Memilih Busana Batik Untuk Anda

Banyak motif batik dengan desain yang berbeda-beda ditawarkan dipasarkan. Dari harganya yang murah sampai mahal dan bahan biasa sampai bagus. Batik merupakan warisan kebudayaan khas Indonesia memang harus dilestarikan.Sudah banyak  orang yang sadar akan hal ini. Maka itu, banyak penjual atau pengerajin batik  menjual berbagai macam batik. Mereka sengaja membuat design dan motif baru untuk baru karena pangsa pasarnya adalah anak-anak muda agar mau menggunakan busana batik kembali.Tak hanya pengerajin, designer terkenal juga ikut melestarikan batik. Info lebih lanjut, cek di sini! Ada beberapa tips yang bisa kamu coba jika ingin membeli batik. Cek di bawah yuk!

Motif Batik

Ada banyak sekali motif batik ditawarkan oleh pasaran. Dimulai dari motif tradisional hingga modern. Beruntungnya Indonesia diwarisi dengan kebudayaan yang beragam. Masing-masing wilayah memiliki macam motif yang berbeda dengan kekhasan masing-masing. Anda bisa dengan bebas memilih motif apa yang ingin Anda gunakan sebagai busana batik. Selain itu, motif yang dipilih juga harus sesuai dengan bentuk tubuh. Jika Anda memiliki tubuh yang berisi, pilihlah motif geometris atau jika memiliki tubuh kurus dan tinggi jangan ragu gunakan motif horizontal.

Warna Batik

Pada umumnya warna yang ada batik rata-rata adalah cokelat tanah tapi banyak sekarang batik yang mempunyai warna yang beragam. Seperti warna hijau atau ungu. Tetapi untuk tetapi menampilkan keaslian batik sebaiknnya pilihlah batik yang warna background atau warna dasarnya adalah cokelat. Warna pada busana batik sesungguhnya tergantung pada acara apa yang akan Anda kunjungi. Jika hanya sekedar ke kantor bisa gunakan warna-warna terang akan tetapi jika pergi ke acara yang formal lebih baik gunakan warna-warna gelap seperti warna hitam, cokelat, dan merah tua agar terkesan lebih elegan.

Bahan Batik

Bahan menjadi hal yang harus diperhatikan ketika memilih busana batik. Ada banyak bahan yang ditawarkan. Jika Anda membeli dengan harga yang mahal berarti Anda memilih bahan yang bagus. Banyak bahan-bahan yang digunakan untuk membuat batik. Ada bahan yang terbuat dari kain mori sebagai bahan paling umum untuk mencetak batik dan ada bahan sperti kain sutera, velvet dan kain plain yang lebih modern digunakan untuk mencetak sebuah batik.

Yuk, Kenali Batik Modern yang Gaul Zaman Ini

Berbicara tentang batik, semua orang tentunya tahu apa itu batik. Batik sebagai warisan budaya Indonesia yang harus tetap dijaga agar tidak hilang. Batik sudah menjadi kebanggan bagi Indonesia, batik adalah hal yang sudah seharusnya dilestarikan. Jika menilik ke beberapa tahun belakang, banyak orang yang agak ogah menggunakan batik. Dengan berbagai macam alasan seperti “batik terlalu formal”, “terlihat seperti orang tua”, “sudah kuno”, atau “hanya pantas untuk acara seperti kondangan atau pesta. Padahal jika tahu bagaimana memadu madankan batik bisa saja dipakai kapan saja.

Seiring dengan perkembangan zaman, Batik kembali dilirik. Bukan hanya soal dipakai untuk ke kantor, atau acara-acara resmi. Sejak tahun 2009 batik modern memikat banyak orang untuk menggunakanya. Dengan menggunakan motif dan deisgn baju yang kekinian, batik modern berhasil mencuri perhatian. Inilah beberapa hal tentang batik modern yang harus kamu ketahui.

 

Teknik Pembuatan Batik

Pembuatan batik modern sedikit berbeda dengan batik tradisional. Jika biasannya menggunakan canting, gawangan, panci, kompor, dan lilin untuk menggambar pola motif yang ada pada batik. Berbeda dengan batik yang sudah modern. Pembuatan batiknya menggunakan teknik printing dengan mesin yang siap untuk dicetak. Bahan kain yang digunakan untuk mencetak batiknya juga sudah jauh lebih luas. Dulu batik hanya dicetak dengan kain mori tetapi sekarang bahan kainnya semakin beragam. Antara lain bahan sutera, velvet, dan katun plain.

Jenis Motif Batik Modern

Dulu, motif yang ada pada batik begitu terbatas. Namun, karena permintaan yang besar. Sekarang banyak sekali motif-motif batik. Ada banyak pengerajin batik yang sengaja membuat motif-motif batik baru agar para pelanggan tidak bosan dan agar memenuhi permintaan pasar juga. Karena desain batik saat ini didorong oleh kuatnya oleh terobosan untuk baju kalangan muda. Motif pun disesuaikan dengan yang pasar inginkan. Ada beberapa motif baru yang dibuat, diantaranya ada motif non geometris yang bentuknya tidak geometris. Disusun dari ornamen seperti tumbuhan, hewan, gunung, dan candi sebagai pengisi bidang.

Batik Modern vs Batik Tradisional

Jika ditilik kembali, tak ada yang terlalu berbeda diantara keduanya. Hanya saja batik modern lebih luas dari segi motif dan segi pencetakan yang lebih modern. Penggunaan teknik printing sendiri sengaja digunakan untuk menekan biaya pembuatan agar tak terlalu mahal jika dibandingkan pembuatan batik tradisional yang harus dibuat secara manual. Walau pembuatan motinya sendiri jauh lebih lama, yaitu sekitar 6-7 bulan untuk menemukan motif baru.

Jajanan Pasar Tradisional Dengan Rasa Manis Yang Enak

jajanan pasar tradisionalTidak semua jajanan pasar tradisional mampu bertahan dalam persaingan saat ini. Banyak varian makanan unik baru yang ditawarkan oleh penjual pinggir jalan hingga cafe-cafe. Mau bagaimana pun sebagai generasi penerus bangsa harus bisa menjaga ragam makanan Indonesia. Biasanya makanan asli daerah-daerah menggunakan bahan alami dan menyehatkan. Kita patut bangga kepada orang-orang yang masih mempertahankan salah satu kuliner ini. Lihat beberapa jajanan berikut, apakah Anda pernah mencobanya?

1. Getuk

Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan pusat tempat penjualan getuk. Singkong yang telah dikupas dan dibersihkan adalah bahan utama cemilan ini. Setelah itu singkong direbus dan ditumbuk hingga halus bisa dengan cara digiling, tidak lupa diberi pemanis gula dan pewarna makanan. Rasa manis bercampur gurih dari parutan kelapa pada bagian atas getuknya.

2. Kue Putu Ayu

Sebagian orang sudah sering menemui jenis jajanan satu ini. Dengan warna hijau serta kelapa pada bagian atasnya membuat putu ayu sudah sering dijual pada toko-toko kue tradisional. Tampilannya yang cantik dan menarik pembeli karena memiliki bentuk seperti bunga. Tekstur lembut yang dimiliki kue putu hampir sama seperti kue bolu. Menggunakan bahan tepung beras dan tepung ketan yang membuat putu ayu ini masih eksis hingga saat ini.

3. Lupis

Lupis adalah jajanan yang terbuat dari ketan dengan parutan kelapa dan gula merah cair. Jajanan pasar tradisional ini masih bisa Anda temui di pasar dan penjual kue basah. Makanan asli Jawa Tengah ini awalnya berbentuk segitiga, tetapi karena penyesuaian yang ada kebanyakan pedagang menjualnya dengan bentuk seperti lontong. Lupis bisa Anda nikmati sebagai sarapan atau menemani sore Anda saat sedang bersantai. Manis alami dari gula merah membuat rasanya pas untuk Anda nikmati. Anda bisa membuatnya sendiri di rumah karena cukup merendam ketan dalam air selama setengah jam. Lalu tiriskan dan gunakan air kapur sirih, kemudian buat wadah dari dan=un pisang yang berbentuk kerucut. Isi daun dengan 3 sendok makan, lipat membentuk segitiga. Kukus lupis selama kurang lebih satu jam, jika sudah matang keluarkan ketan dan sajikan dnegan parutan kelapa serta gula merah yang sudah cair di atasnya.

4. Kue Talam

Saat Anda mencoba kue talam akan terasa manis dan legit. Namun, perpaduan santan yang membuat kue ini juga memiliki rasa gurih. Talam berbentuk mangkok atau potongan kecil-kecil agar tidak menciptakan rasa mual jika disantap dalam jumlah banyak. Menggunakna bahan-bahan sederhana dan mudah ditemukan di pasar. Anda bisa menemukan caranya melalui internet secara gampang.

5. Wajik

Tidak semua daerah memberikan penamaan yang sama pada jenis jajajan satu ini. Di daerah Sumatera Anda bisa menyebutnya sebagai pulut manis. Bisa dicicipi dalam beberapa varian dan yang menjadi favorit adalah wajik ketan. Terbuat dari beras ketan yang dikukus dan dimasak dengan santan dan gula merah, biarkan hingga berminyak agar wajik terasa lembut. Wajik bisa dibentuk dengan belah ketupat atau jajar genjang.

Sudah Pernah Makan Cemilan Tradisional Khas Indonesia Ini?

cemilan tradisionalApakah Anda menyukai jajanan pasar? Banyaknya pilihan cemilan tradisional membuat Anda akan bingung harus mencoba yang mana. Sebenarnya memang Anda akan dengan mudah menemukannya di pasar tradisional, tetapi saat ini pun sudah banyak yang menjualnya bahkan melalui pesanan online. Ada jenis jajanan dengan rasa manis dan gurih sehingga membuat konsumen selalu menyukainya. Bisa disajikan sebagai cemilan biasa atau untuk jamuan tamu pada acara arisan hingga hari-hari besar. Kira-kira apa saja? Berikut daftranya.

1. Tape Ketan Muntilan

Biasanya masyarakat Magelang menjual cemilan tradisional untuk dijual pada toko oleh-oleh. Buah tangan ini sisebut dengan muntilan. Tape ketan terbuat dari beras ketan putih dan diberi pewarna alami dari daun katu. Anda bisa membawa oleh-oleh ini dengan dua kemasan berbeda ada yang menggunakan plastik isi ½ kg dan jika ingin membeli banyak bisa memilih dalam bentuk setoples berisi 1 kg. Anda tidak perlu takut kehabisan karena penjual tape ketan di daerah ini cukup banyak. Muntilan juga dipasarkan dalam skala besar tetapi perbedaannya beberapa hasil produksi pabrik menggunakan zat pewarna dan kandungan kimia namun masih bisa dikonsumsi.

2. Grubi

Grubi bisa dengan mudah ditemukan pada warung-warung jajanan dekat sekolah. Cemilan tradisional ini dijual dengan harga yang sangat bersahabat. Jika Anda belum pernah mencicipinya, bahan dari grubi adalah ubi jalar yang dibentuk seperti bola. Menggunakan bumbu gula jawa merah lalu digoreng. Memiliki tekstur renyah dan rasa manis dari gula jawa yang menyerap. Tidak hanya untuk jajanan pasar tetapi sudah bisa ditemukan sebagai oleh-oleh.

3. Jemunak

Jika Anda perhatikan jemunak adalah makanan seperti bubur sumsum. Jemunak bisa ditemukan hanya saat bulan puasa. Penjual jemunak dapat dengan mudah ditemui dipinggir jalan untuk para pengendara yang tidak sempat membeli makanan buka puasa maupun untuk yang sedang ngabuburit. Cairan gula atau kinca yang digunakan membuat makanan ini manis dengan bahan dasar beras ketan, gula merah, ketela dan kelapa. Biasanya disajikan dalam dengan wadah daun pisang agar lebih praktis.

4. Slondok

Cemilan tradisional ini dikenal dengan slondok, sebagian orang mungkin akan aneh saat mendengar namanya. Tak perlu takut dengan rasa yang diberikan karena memiliki rasa unik yang enak. Berbahan dasar singkong cemilan ini bisa membuat Anda kenyang. Anda bisa mencicipi makanan ini dengan varian rasa keju, balado, dan masih banyak lainnya. Anda bisa menjadikan cemilan slondok sebagai bingkisan untuk dibawa pulang.

Jenis Daun Pembungkus Makanan Khas Indonesia

daun pembungkus makananSelama ini Anda melihat bahwa daun hanya sebagai lalapan atau membungkus makanan saja. Padahal ternyata sebagian penjual makanan percaya bahwa bisa menambahkan cita rasa dan aroma yang enak. Ketika Anda sedang membuat makanan biasanya bingung dengan daun yang akan digunakan. Tidak ada salahnya mengetahui jenis daun agar menggunakan daun pembungkus makanan yang cocok. Berikut beberapa jenisnya bisa Anda gunakan.

1. Daun Jambu Biji

Tahukah Anda bahwa jambu biji adalah tanaman tropis asal negara Brazil dan kemudian disebarkan melalui Thailand ke Indonesia. Daunnya pun memiliki peranan penting untuk digunakan sebagai bungkus makanan. Daun ini juga bisa dijadikan sebagai obat dalam berbagai penyakit. Sering digunakan bahkan bahan dasar dalam pembuatan tape garut karena memberikan warna hijau alami. Gunakan daun yang sudah tua dan yang baru dipetik agar hasil makanan memiliki warna yang bagus.

2. Daun Jati

Sudah kita keahui bahwa pohon jati memiliki hasil kayu yang bermutu dan nilai jual tinggo. Memiliki bentuk daun lebar dan menjadi pilihan untuk digunakan sebagai daun pembungkus makanan. Jika mengonsumsi nasi jamblang asli cirebon bila diperhatikan menggunakan daun jati. Jenis tersebut memberikan aroma wangi yang sedap dan membuat makanan lebih tahan lama. Makanan tempe khas Yogyakarta, nasi pecel Ponogoro dan dodol juga menggunakan bungkus dari daun ini. Gunakan daun yang masih muda agar tidak mudah sobek.

3. Daun Pisang

Siapa yang tidak mengetahui daun jenis ini? Hampir semua makanan tradisional Indonesia menggunakan daun pisang. Jenis satu ini paling mudah ditemukan dan digunakan sebagai bungkus lemper, jongkong, nagasari, tempe, klepon dan sebagainya. Anda bisa membuat daun pisang lebih elastis dan kuat jika terlebih dahulu dipanaskan di atas api kecil sehingga daun menjadi layu. Lebih mudah dibersihkan dan dilipat sehingga fleksibel dibawa saat diperlukan. Hanya beberapa jenis daun bisa menjadi bungkus makanan yaitu pisang raja, pisang batu, dan pisang kepok. Sering pula menjadi bungkus kue-kue jajanan pasar maupun sebagai bungkus pembuatan tempe.

4. Daun Kelapa

Tidak hanya digunakan untuk membungkus ketupat, daun kelapa sebagai pembungkus lepet terbuat dari ketan. Daun kelapa muda yang paling cocok digunakan untuk membungkus makanan. Anda bisa menjaga ketahanan daun dengan ditempatkan pada tempat yang sejuk selama sehari. Beberapa makanan yang sudah tidak asing lagi untuk Anda adalah ketupat, clorot, dumbeg, legondo khas Yogyakarta dan lapet ketan. Bagaimana, apakah Anda menyukai makanan dengan bunguksan daun?